Desa Sindang

Kec. Sindang Kab. Majalengka

DESA MANDIRI DALAM PERWUJUDAN DESA PERADABAN


Pembangunan adalah usaha yang dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan guna meningkatkan kondisi yang lebih baik dan kondusif, terwujudnya kehidupan masyarakat yang berdaulat, mandiri, memiliki daya saing, berkeadilan, sejahtera, maju serta memiliki kekuatan moral dan etika yang baik (cageur, bageur, bener, pinter tur singer serta silih asih silih asah silih asuh) dalam perspektif (sing katepi ku ati, sing kahontal ku akal).

Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat di masa yang akan datang tidak terlepas dari tuntutan dan tantangan yang diartikulasikan ke dalam visi dan misi serta strategi Jawa Barat yang akseleratif, berkesinambungan dan berkelanjutan serta efektif dan efisien. Hal ini sejalan dengan Skala prioritas pembangunan di Jawa Barat yang tercermin dalam Common Goals, antara lain :

  1. Peningkatan kualitas pendidikan.
  2. Peningkatan kualitas kesehatan.
  3. Kemandirian pangan.
  4. Peningkatan daya beli masyarakat.
  5. Peningkatan kinerja aparatur.
  6. Penanganan bencana dan pengendalian lingkungan hidup.
  7. Pengembangan infrastruktur wilayah.
  8. Pengembangan energi.
  9. Pembangunan perdesaan.
  10. Pengembangan budaya lokal dan destinasi wisata.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyadari bahwa pendekatan pembangunan daerah yang bertumpu pada pembangunan manusia merupakan suatu landasan untuk mewujudkan visi yang sudah ditetapkan.     Pembangunan manusia adalah pembangunan yang berpusat pada manusia yang menempatkan manusia sebagai tujuan akhir dari pembangunan bukan sebagai alat pembangunan.

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Tahun 2009-2013, telah ditetapkan visi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yakni ”Tercapainya Masyarakat Jawa Barat yang Mandiri, Dinamis dan Sejahtera”. Visi tersebut dijabarkan ke dalam 5 (lima) misi, yaitu :

  1. Mewujudkan sumber daya manusia Jawa Barat yang produktif dan berdaya saing.
  2. Meningkatkan ekonomi regional berbasis potensi lokal.
  3. Meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur wilayah.
  4. Meningkatkan daya dukung dan daya tampung lingkungan untuk pembangunan yang berkelanjutan.
  5. Meningkatkan efektifitas pemerintahan daerah dan kualitas demokrasi.

Sejalan dengan misi kelima di atas, telah ditentukan kebijakan dan program sebagai salah satu bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap pemberdayaan masyarakat dan pembangunan di perdesaan.   Program dan kebijakan tersebut adalah :

  1. Meningkatkan partisipasi dan peran kelembagaan masyarakat dalam pembangunan, yang dilaksanakan melalui ”program peningkatan partisipasi masyarakat” dengan sasaran :
    1. Terwujudnya kemitraan pemerintah, swasta dan masyarakat dalam pembangunan;
    2. Meningkatnya frekuensi keterlibatan masyarakat dalam penetapan kebijakan.
  2. Mewujudkan desa membangun yang dilaksanakan melalui ”program pemantapan dan pembangunan desa”, dengan sasaran :
    1. Meningkatnya kinerja pemerintahan desa;
    2. Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana desa;
    3. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat desa.

Sebagai salah satu bentuk perhatian konsentratif Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap pembangunan perdesaan diantaranya pada Tahun Anggaran 2010 telah memberikan bantuan terhadap 100 (seratus) Desa terpilih tersebar di 17 Kabupaten se Jawa Barat, yang dikemas ke dalam Program Desa Mandiri dalam Perwujudan Desa Peradaban di Jawa Barat.

Program Desa Mandiri dalam Perwujudan Desa Peradaban di Jawa Barat adalah desa yang maju kehidupan lahir bathin meliputi bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, keamanan dan ketertiban, kedaulatan politik, peran serta masyarakat dan kinerja pemerintahan desa. Desa Mandiri dalam Perwujudan Desa Peradaban adalah desa yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas sosial yang memadai seperti sarana dan prasarana, kesehatan pendidikan, ekonomi, ibadah, olahraga, hiburan dan perbelanjaan dan lain-lain.

Kemudian program ini setelah dilaksanakan berdasarkan hasil evaluasi pada Tahun Anggaran 2011 terhadap 100 (seratus) Desa terpilih tersebar di 17 Kabupaten se Jawa Barat, adalah sebagai berikut :

  1. Kualifikasi A sebanyak 25 Desa (artinya pelaksanaan program hasilnya sangat memuaskan);
  2. Kualifikasi B sebanyak 60 Desa (artinya pelaksanaan program hasilnya sesuai harapan masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat);
  3. Kualifikasi C sebanyak 15 Desa (artinya pelaksanaan program hasilnya cukup baik).

Sehingga Program Desa Mandiri dalam Perwujudan Desa Peradaban di Jawa Barat direkomendasikan oleh pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat, DPRD Provinsi Jawa Barat, akademisi dan tokoh masyarakat  agar dilanjutkan.

Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Barat, yang di dalamnya terkait erat dengan pembangunan pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa, maka yang menjadi leading sector ”Program Desa Mandiri dalam Perwujudan Desa Peradaban di Jawa Barat” adalah Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi Jawa Barat.

Landasan pemikiran diluncurkannya Program Desa Mandiri dalam Perwujudan Desa Peradaban di Jawa Barat, adalah :

  1. Masyarakat Jawa barat adalah masyarakat agamis dengan kekayaan warisan budaya dan nilai-nilai luhur tradisional yang sangat tinggi.
  2. Berdasarkan data BPS jumlah penduduk Jawa Barat pada akhir tahun 2011 ± 43 juta jiwa, penduduk miskin di desa 36%.
  3. Banyaknya bantuan dari pusat, provinsi, kabupaten/kota ke desa yang kurang sinergis dan bersifat top down.
  4. Meningkatnya angka pengangguran dan urbanisasi di desa.
  5. Menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan dan lembaga kemasyarakatan desa.
  6. Infrastruktur perdesaan saat ini kurang memadai dan kondisinya secara umum rusak.
  7. Kualitas SDM aparatur dan kelembagaan masyarakat desa rendah.
  8. Peran stratejik terhadap kontribusi pembangunan dari aspek fisik, ekonomi, sosial, dan budaya belum mendukung secara signifikan terhadap pembangunan, padahal desa sebagai salah satu pusat pertumbuhan pembangunan.
  9. Banyaknya potensi desa (SDA dan SDM) yang layak untuk dikembangkan.
  10. Pelaksanaan Program Desa Mandiri dalam Perwujudan Desa Peradaban di Jawa Barat Tahun 2010 hasilnya cukup baik.

Mewujudkan kesejahteraan masyarakat perdesaan, bukan tugas yang ringan, apalagi bila terdapat  kendala dan hambatan dalam teknis pelaksanaanya seperti belum stabilnya faktor keamanan, kondisi perekonomian Nasional yang belum menunjukkan perkembangan menggembirakan.

Dengan mencermati hal-hal tersebut maka perlu dilakukan upaya terobosan yang tepat untuk mempercepat pencapaian sasaran melalui aktivitas pembangunan yang efektif, efisien dan ekonomis.  Pembangunan harus terintegrasi dan  dikonsentrasikan di desa melalui pelibatan masyarakat secara swakelola.

Maksud dan Tujuan

 Maksud dari Program Desa Mandiri dalam Perwujudan Desa Peradaban di  Jawa Barat adalah mendorong desa yang berpotensi untuk berkembang, maju dan mandiri dalam rangka mempercepat pencapaian peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa dengan memberdayakan Pemerintah dan Masyarakat Desa melalui pendayagunaan sumberdaya lokal secara mandiri dan sumberdaya pembangunan secara optimal.

Tujuan Program Desa Mandiri dalam Perwujudan Desa Peradaban di  Jawa Barat adalah :

  1. Meningkatkan proses percepatan pembangunan di perdesaan.
  2. Mewujudkan tatanan desa membangun yang secara fisik memiliki potensi SDA dan SDM, kelembagaan dan sarana/prasarana yang memadai menuju desa mandiri.
  3. Meningkatkan prilaku masyarakat desa yang mendukung pola hidup bersih, sehat, tertib dan aman serta kecintaan terhadap lingkungan.
  4. Meningkatkan kesempatan berusaha dan bekerja serta terbukanya lapangan kerja baru yang merupakan hasil kreativitas dan inovasi desa.
  5. Menjadikan desa sebagai pusat kegiatan bagi masyarakat desa, agar betah tinggal di desa.

Sasaran

 Sasaran dari Program Desa Mandiri dalam Perwujudan Desa Peradaban di Jawa Barat, adalah:

  1. Meningkatnya kuantitas dan kualitas infrastruktur pedesaan.
  2. Meningkatnya perekonomian masyarakat pedesaan.
  3. Meningkatnya kualitas pendidikan dan kesehatan.
  4. Meningkatnya lapangan pekerjaan di desa.
  5. Meningkatnya kinerja aparatur pemerintahan desa.
  6. Meningkatnya partisipasi masyarakat.
Did you like this? Share it:

About DESA SINDANG

“Mewujudkan Desa Sindang Indah, Maju, dan Berilmu Berlandaskan Masyarakat yang Agamis dan Partisipatif “
This entry was posted in Agenda Desa, Opini. Bookmark the permalink.

3 Responses to DESA MANDIRI DALAM PERWUJUDAN DESA PERADABAN

  1. Budi Ragiel berkata:

    perencanaan yang matang sebagai haluan dan amanat warga untuk pemimpinnya memungkinkan percepatan pembangunan perdesaan

  2. Pingback: DESA MANDIRI DALAM PERWUJUDAN DESA PERADABAN | DESA NEWS

  3. Pingback: DESA SINDANG SEBAGAI DESA MANDIRI DALAM PERWUJUDAN DESA PERADABAN | DESA NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • Marquee Text - http://www.marqueetextlive.com



  • Desa ini merupakan anggota jaringan :